Fixie Land

Setelah sepeda lipat, dunia persepedaan kini dihinggapi virus fixie (fixed gear). Mengikuti jejak gerakan kembali ke alam, fixie pun mengajak pesepeda untuk kembali ke awal mula sepeda. Sederhana dan minimalis.

INTISARI/IbasBentuknya yang minimalis dan warna ngejreng membuatnya tampak seksi. Tak ada lilitan kabel berjubel layaknya sepeda masa kini. Kalaupun ada kabel, itu hanya untuk rem depan. Begitu juga dengan gir di depan atau belakang cuma ada satu lingkaran. Lalu, bagaimana menghentikan laju sepeda ini jika tidak ada rem? Karena girnya dibuat mati (fixed) yang berarti pedal berputar mengikuti putaran as roda belakang, maka untuk menghentikan laju sepeda ini cukup dengan memutar pedal ke belakang.

Bentuk gir yang mati itulah yang membedakan fixie dengan sepeda pada umumnya. Bahkan dengan sepeda satu kecepatan atau single speed yang secara fisik mirip. Ada yang mengacaukan antara single speed dengan fixie. Fixie bisa masuk kelompok sepeda single speed, tapi sepeda single speed belum tentu sepeda fixie. Begitupun fixie belum tentu single speed. Soalnya ada juga fixie yang multi speed menggunakan internal hub (Intisari Maret 2010).

Memang, kebanyakan fixie adalah single speed. Bingung? Jika Anda jeli saat bersepeda di “Hari Bebas Kendaraan” di Jakarta atau kota-kota lain, jenis sepeda seperti ini mulai banyak bermunculan. Di Jakarta sendiri saat “Hari Bebas Kendaraan” itu, kelompok penunggang fixie ini akan berkumpul di seputaran Bundaran HI sebelum gowes bareng. Sedangkan pada Rabu malam mereka akan kumpul bersama di Taman Menteng.

Pasang rem depan
Salah satu ciri sepeda fixie memang pada pedal yang tidak bisa digerakkan mundur dengan leluasa saat melaju. Soalnya, gir “diikat” secara mati ke as roda (hub) belakang. Jadi, seberapa kencang hub berputar, ya segitu juga kencangnya pedal berputar. Untuk menghentikan laju sepeda ya tinggal menekan pedal ke belakang alias melawan putaran kayuhan. Susah? Akan lebih susah lagi manakala sepeda melaju di turunan sebab butuh tenaga yang besar untuk melawan putaran pedal.

Sepeda fixie yang menjamur saat ini berawal dari sepeda lintasan (track bike) yang digunakan di velodrome. Di Inggris, sekitar tahun 1950-an, sepeda fixie digunakan para atlet sepeda time trial untuk melatih kayuhan karena sifat pedal sepeda fixie yang terus berputar. Kepopuleran sepeda fixie memudar ketika menjamurnya sepeda dengan banyak gir yang dapat mengakomodasi kenyamanan bersepeda di tahun 1960-an.

Pertengahan tahun 2000-an, fixie mulai naik ke permukaan, khususnya di perkotaan wilayah Amerika Utara. Populernya fixie dikaitkan dengan sepeda “pak pos” (messenger bike). Di perkotaan, mengantar dokumen menjadi persoalan terkait dengan kemacetan dan biaya parkir yang tinggi. Dengan sepeda, kemacetan bisa di-trabas dan tidak butuh biaya parkir.

Seperti disinggung di atas, kebanyakan gir fixie adalah tunggal. Namun ada juga pabrikan yang membuat sepeda fixie dengan banyak gir alias banyak kecepatan. Sturmey Archer misalnya. Di samping itu, beberapa sepeda fixie menggunakan dua gir di setiap sisi hub belakang, yang membuat pengendara memiliki dua pilihan perbandingan gir depan dan belakang. (Perbandingan gir ini akan menentukan kecepatan laju dan juga berat ringannya kayuhan saat sepeda melaju. Semakin besar gir depan dan semakin kecil gir belakang maka sepeda akan cepat melaju namun kayuhan menjadi berat).

Hub seperti itu ada yang memiliki gir mati di dua sisinya (double-fixed) atau gir mati di satu sisi dan gir hidup (freewheel) di sisi lain. Kombinasi terakhir ini disebut dengan hub flip-flop. Jika capai dengan gir mati, tinggal membalik ban belakang jadilah sepeda satu kecepatan.

Lalu, apa alasan orang menggowes sepeda fixie? Ada banyak tentunya. Bobotnya yang enteng, kesederhanaan, dan perawatan yang mudah adalah beberapa contoh alasan. Seperti yang diakui oleh Fredy, yang ikut-ikutan membangun fixie meski ternyata salah (lihat boks: “Antara ‘Doltrap’ dan Torpedo”). “Simpel dan mudah perawatannya,” begitu katanya.

Meski hanya memiliki satu gir, bobotnya yang ringan bisa menjadi kompensasi sehingga bisa melaju dengan kencang juga. Hanya saja, yang butuh perhatian saat menggowes fixie adalah pas turunan dan berbelok. Karena pedal berputar terus, bisa dibayangkan kalau pas berbelok ke kiri misalnya, posisi pedal kiri ada di bawah. Pedal yang nyangkut ke tanah bisa mengakibatkan celaka pengendaranya.

Untuk mengatasi turunan, mau tak mau harus memasang rem. Kecuali sudah jago banget. Soal rem ini sempat menjadi “pembicaraan sengit” di sebuah forum maya. Rem mana yang dipasang, alangkah baiknya kalau rem depan. Mengapa? Sebelum membaca jawaban pertanyaan ini, cobalah perhatikan kendaraan di sekitar kita. Motor misalnya, jika memiliki satu rem cakram bawaan pabrik pasti dipasang di roda depan. Begitu juga dengan mobil. Rem cakram ditaruh di depan sementara untuk roda belakang hanya digunakan rem tromol atau rem drum; dan kita tahu rem cakram lebih “menggigit” dibandingkan dengan rem tromol.

Saat kita mengerem sebuah kendaraan yang sedang melaju, titik gravitasi kendaraan itu akan berpindah ke depan. Hal ini bisa dirasakan saat kita di dalam kendaraan yang direm mendadak, tubuh kita akan terdorong ke depan. Akibat berpindahnya titik gravitasi itu, maka roda bagian belakang terangkat. Untuk kendaraan berat tentu tidak kentara. Berbeda dengan sepeda.

Nah, apa gunanya mengerem roda belakang yang kehilangan daya gigit ke permukaan? Dengan mengerem laju roda depan, maka kendaraan pun akan lebih cepat berhenti. Kalaupun ada rem belakang, maka porsi pengereman pun tetap lebih banyak untuk rem depan. Ada yang menggunakan rumus 75-25 (75% pengereman roda depan, dan 25% roda belakang) atau 60-40 (60% rem depan, 40% rem belakang).

Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, maupun Australia, setiap sepeda wajib memiliki rem jika digunakan di jalan raya.

Hati-hati, dengkul bisa cedera
Untuk memperoleh sepeda fixie kita bisa beli jadi atau membangun sendiri. Masing-masing ada plus-minusnya. Beli jadi selain mahal belum tentu sesuai selera. Sementara kalau membangun sendiri biaya bisa kita kontrol, asal sedikit sabar dalam berburu komponen-komponennya.

Kalau mau lebih murah lagi menggunakan komponen-komponen bekas. Hampir semua teman saya yang membangun sepeda fixie menggunakan frame (rangka sepeda) lawas.
Karena sepeda fixie lebih ditentukan pada sistem penggeraknya, maka tak ada rumus baku untuk rangka fixie.

Maksudnya mau menggunakan rangka balap silakan, mau rangka sepeda gunung (MTB) boleh. Bahkan ada yang memodifikasi dari rangka sepeda ceper (low rider). Berbeda dengan jenis sepeda lainnya yang justru perbedaannya terletak pada rangka sepeda. Rangka sepeda gunung tentu berbeda dengan rangka sepeda balap, misalnya. Bahkan ada bengkel yang siap membikinkan rangka fixie dari besi. Berat memang.

Bagi yang ingin membangun sendiri fixie-nya, ada baiknya menyimak acuan yang disampaikan oleh Rangga Panji (moderator forum “Singlespeed dan Fixie” sepedaku.com) di situs hai-online.com. Acuan itu ada tiga: ringan, kuat, dan murah. Sayangnya, kita hanya bisa memilih dua dari tiga kata tadi. Kalau memilih kuat namun ringan, jatuhnya akan mahal alias tidak murah. Atau kalau memilih kuat tapi murah, sudah pasti enggak enteng. Mau enteng dan murah, ya tidak kuat. Pilihan kembali kepada Anda dan Mbak Dana (maksudnya uang yang tersedia).

Pada beberapa kasus, rangka bekas tadi tidak dipertahankan utuh. Banyak yang merekacipta lagi sehingga bentuknya lebih bagus. Seperti toptube (planthangan kalau orang Jawa bilang) yang dibikin pipih, tidak membulat seperti aslinya. Agar tampil menarik, warna-warna centil pun dibalurkan ke tubuh fixie. Bahkan rantai dan jari-jari pun sekarang sudah ada yang menyediakan dalam warna tak umum. Ada yang warna kuning, merah, hijau, atau biru. Jika tidak ada yang sesuai, ya langsung dicat saja sekalian bersama rangkanya. Biar senada dengan komponen lainnya.

Semaraknya sepeda fixie bisa dilihat di salah satu bengkel yang berada di bilangan Kebayoranlama, Jakarta Selatan. Bengkel yang dulunya menangani pengecatan motor Vespa dan pembuatan pagar besi itu kini kebanjiran order membikin sepeda fixie. Pemilik bengkel mengakui banyak order merakit fixie sampai butuh waktu semingguan sampai orderan kita selesai dikerjakan.

Tak hanya mengecat ulang dan membikin fork ala fixie. Merombak total sebuah rangka pun dikerjakan. Bahkan sebuah rangka Federal lama dipotong bagian top tube, down tube, dan seat tube (bagian segitiga depan) dan diganti dengan besi pipih. Rangka asli hanya tersisa di bagian belakang yang menjadi dudukan roda belakang. Kesannya menjadi kekar.

Jika fixie sudah jadi atau terbeli, saatnya menggowes. Pertama tentunya kagok sebab kaki tidak bisa istirahat mengayuh. Mengerem dengan melawan putaran pedal juga bukan perkara mudah. Butuh fisik dan dengkul yang kuat buat ngerem sepeda fixie. Jika sudah mahir, fixie bisa dihentikan dengan model selip (skid stop). Yang jelas, kudu diingat bahwa mengerem menggunakan kaki bisa menyebabkan dengkul cedera. Jangan sampai mau gaya tapi malah celaka!

Siap ber-fixie?

Antara “Doltrap” dan Torpedo

“Doltrap” (bahasa Belanda doortrap) dan torpedo sering dikacaukan saat berbicara sepeda fixie. Sama-sama menggunakan kaki untuk menghentikan laju sepeda, torpedo lebih “manusiawi” dibandingkan dengan “doltrap”. Soalnya pada torpedo pedal tidak berputar terus seiring dengan putaran as roda belakang. “Doltrap” inilah yang dimaksud dengan sepeda fixie dan umum digunakan pada kendaraan becak.

Jika “doltrap” pedal berputar seirama dengan as roda belakang, tidak begitu dengan sistem torpedo. Torpedo masih bisa jeda mengayuhnya meski as roda belakang berputar. Hanya saja, ketika pedal dikayuh ke belakang, sekitar tiga kampas rem yang berada di dekat silinder jari-jari akan mengembang sehingga laju sepeda pun melambat. Torpedo disebut juga rem kaki karena untuk memperlambat laju sepeda menggunakan kaki. Sebenarnya ini nama merek, berhubung sudah begitu terkenal menjadi nama generik untuk rem kaki. Ya mirip dengan kodak untuk menyebut kamera.

Sepintas, sepeda single speed yang menggunakan sistem torpedo mirip dengan fixie. Setelah dikayuh baru ketahuan mana yang fixie. Hal inilah yang dialami Fredy. Merasa membangun sepeda fixie ternyata sepeda single speed yang terbentuk.

Fixie BikeFixie Bike

Bersepeda sedang naik daun sekarang ini. Dalam era serba bermotor saat ini, ternyata keinginan untuk bersepeda justru sedang tinggi-tingginya. Toko-toko sepeda pun tidak sepi pelanggan. Sepeda yang dijual laris manis bak kentang goreng, bahkan ada yang kehabisan stok. Sepeda-sepeda yang dijualpun beragam, dari Mountain Bike(MTB) dan yang menjadi trend adalah si “SELI” A.K.A sepeda lipat. Fenomena bersepeda yang cukup menarik dan patut didukung untuk mengurangi polusi. Setelah Sepeda Seli ini, ada lagi muncul jenis sepeda baru yang mulai banyak digunakan oleh para goweser, terutama saat Car Free Day di Renon. Sepeda tersebut adalah sepeda jenis Fixie atau sering disebut dengan jenis Fixed Gear. Sepeda ini datang dengan kesederhanaan dan dengan tampilan unik yang biasanya dibuat ngejreng. Tidak ada kabel-kabel yang melintang kecuali kabel untuk Rem Depan. Apa dan bagaimana sepeda fixie itu ??? berikut penjelasan singkatnya.
Kata Fixie berasal dari kata Fixed Gear. Apa itu Fixed Gear? Fixed Gear ini adalah, gear belakang yang dibikin mati dengan hub(as) roda belakang. Jadi pedal sepeda akan ikut berputar saat roda perputar. Untuk mengerem atau mengurangi laju sepeda, cukup dengan menahan putaran pedal ke arah belakang(untuk yang tidak menggunakan rem depan). Dulu sering disebut dengan Doltrap. Dan sebenarnya ini lah hal utama yang membedakan sepeda fixie dengan jenis sepeda lainnya. Jangan salah pengertian dengan Torpedo. Kalo torpedo adalah pedal masih bisa berhenti mengayuh saat roda belakang berputar. Persamaannya, untuk mengerem sama-sama dengan menekan pedal sepeda ke arah belakang. Banyak yang salah pasang gear ini sehingga keinginan membuat sepeda fixie justru malah jadi sepeda single speed dengan torpedo. Untuk speed sendiri kebanyakan menggunakan single speed, sehingga sepeda fixie akan memberikan kesan sederhana baik dalam tampilan karena tidak adanya kabel-kabel gear speed yang melintang dan mekanik gear yang membikin menjadi rame. Dan juga kemudahan perawatan.

fixie bikefixie bike

Nah, hal lain yang mencirikan sepeda fixie adalah pada frame. Sebenarnya tidak ada aturan baku untuk frame ini, ada yang menggunakan frame MTB,bahkan frame low rider. Namun kebanyakan adalah menggunakan frame sepeda balap kuno, dengan fork(garpu depan) yang pipih. Mungkin menggunakan sepeda balap, tampilan akan lebih minimalis dan ramping. Frame bisa dipilih dari yang besi maupun yang alumunium biar lebih ringan namun harga lebih mahal. Warna frame body pun dicat lebih genjreng(ini juga menjadi daya tarik sendiri untuk sepeda fixie) seperti putih, merah,kuning, hijau dan lain-lainnya. Untuk stang sendiri tidak lagi menggunakan stang model tanduk domba, kebanyakan menggunakan model stang lurus seperti model MTB. Untuk roda dan ban sendiri, menggunakan ban tipis dengan lingkar ban yang besar biasanya yang 27″. warna ban dan velg pun dipilih warna-warna yang genjreng juga, putih, merah, kuning,dllnya. Sadel, dipilih sadel yang model tipis/langsing agar sesuai dengan frame. Sadel dipilih sesuai selera dan kenyamanan dalam bergowes. Warna pun dipilih yang genjreng. Untuk biaya memiliki fixie ini dapat relatif lebih murah apalagi kalau kita merakit sendiri, dan lebih bersabar dalam memburu komponen-komponennya. Nah komplit sudah mengenai bentuk fisik dari si FIXIE ini. Calon Keong Racun untuk para goweser.

Yang perlu diperhatikan lagi saat bergowes dengan si Fixie ini adalah, keamanan, kenyamanan, dan sejenisnya. Kenapa, karena saat mengayuh sepeda fixie ini, pedal akan terus berputar saat roda belakang berputar. Terutama saat jalan menurun, harus pandai-pandai mengatur pedal dan putaran roda. terlebih lagi tidak menggunakan rem depan. untuk keamanan ini maka sebaiknya menggunakan Rem depan. Selain itu saat jalanan berbelok dan menurun dapat dibayangkan jika pedal pada saat berbelok ada diposisi bawah, dapat menyebabkan benturan dengan badan jalan. Kemungkinan cidera akan semakin besar terutama pada dengkul, karena harus menahan putaran roda belakang untuk mengurangi laju sepeda. Jangan sampai mau bertrendi ria dan bergowes malah menjadi cidera. Kita harus membiasakan diri dulu menggunakan sepeda fixie ini sebelum menggunakannya untuk medan yang berat. Selamat bergowesss…..

Tinggalkan sejenak motor dan mobil kita. Let’s then ride with Fixie Bike, guys!

Foto: Rendy

 

Belakangan ini, banyak yang mulai beralih mengendarai sepeda. Saban pagi dan sore pas jam pulang kerja, di padatnya kemacatan kota, ada aja satu sepeda yang nyempil ikut kena macet. Salah satu sepeda adalah track bicycle (sepeda balap) yang digunakan pada jalur Velodrome. Karena sepeda jenis ini simple dan mudah digunakan, sepeda ini juga digunakan oleh para bike messangers untuk mengantar pesan di Amerika.

Guys , meet Fixie Bike. Sebuah sepeda dengan bentuk basic frame yang diambil dari sepeda balap, namun terdapat modifikasi dibeberapa bagian. Seperti pada bagian gear belakang dan depan yang diganti dengan menggunakan single speed .

Berbeda dengan sepeda yang biasa kita temui, di mana menggunakan mekanisme gear Free Wheel , sepeda satu ini menggunakan Fixed gear (gir paten/mati) pada bagian belakang yang dibaut langsung pada hub roda belakang. Dengan begitu, jika roda sepeda berputar, pedal akan terus berputar dan tidak bisa ditahan. Nggak heran, sepeda satu ini juga bisa jalan mundur lantaran bisa digoes mundur.

Pengeremannya juga unik, cing! Soalnya, sepeda satu ini nggak pake kabel rem yang menghubungkan rem depan dan belakang dengan tuas rem di setang. Dan bukan juga menggunakan model rem Torpedo yang ngerem dengan cara mendorong pedal ke arah belakang.

Hah? Terus ngeremnya gimana dong?

Jawabannya, cukup dengan menahan sang pedal sampai laju sepeda dapat berhenti. Otomatis, kekuatan kaki juga jadi diuji. Susah?
“Justru di sini letak ciri khas Fixie Bike. Sepedanya jadi terlihat lebih simple dan minimalis. Tapi buat yang mau pake rem tangan juga nggak apa-apa kok,” jawab Rangga Panji, sang pencetus perkumpulan Fixie bike di kota Jakarta.

Keunikan juga terjadi pada jenis setang yang digunakan pada sepeda Fixie. Meskipun berasal dari sepeda balap, setangnya bukan bermodel tanduk domba, boy! Tapi menggunakan setang lurus yang dipotong lebih pendek. Dengan begitu, sang pengendara akan lebih gampang untuk nyelap-nyelip di padatnya kemacetan kota.

PICK TWO OUT OF THREE

Ngendaraain Fixie Bike emang udah jadi gaya hidup beberapa orang belakangan ini. Mulai dari pegawai negeri, swasta, wiraswasta, sampe kalangan selebritis. Mereka mengandalkan sepeda fixie sebagai sarana untuk sekedar commuter (berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya di dalam kota) atau bahkan sebagai moda transportasi lain sebagai penghubung. Contohnya, ada yang dari rumah ke stasiun, lalu dari stasiun dia naik kereta sampe stasiun terdekat dari tempat tujuan. Nah, pas sampe, sepeda akan kembali digunakan untuk mencapai tempat yang dituju.

Sampai saat ini sendiri di berbagai kota besar, udah bertebaran komunitas-komunitas pecinta fixie bike yang tiap minggu pasti ngumpul untuk sekedar sharing dan bersilaturahmi satu antara lainnya.

Otomatis, dengan maraknya penggunaan Fixie, juga menarik perhatian brand-brand sepeda terkenal untuk memproduksi jenis sepeda satu ini. Bahkan, beberapa produk terkenal seperti Nike, Supreme, Intersection, Alife, DC, rebel, dll sebagai pendukung iklan mereka.
Dan akhirnya, sekarang banyak yang menggunakan sepeda satu ini. Ada yang beli jadi, dan ada juga yang custom, alias ngebangun dari awal.

“Untuk ngebangun Fixie bike dari awal sebenernya gampang kok. Kita tinggal cari aja rangka sepeda balap bekas, terus pasang gear yang single speed, lalu merubah cara mengait rangka ke axle bits. Atau kalo mau langsung rangka fixie, kita bisa beli on-line lewat e-bay.” jawab Rangga Panji.

Yap! Ngerakit sendiri emang jadi solusi untuk lebih meminimaliskan budget. Soalnya, kalo beli jadi, harga Fixie bike berkisar antara 2 – 6 juta rupiah. Sedangkan kalo ngerakit sendiri, kita bisa menyesuaikan budget dengan part sepeda yang akan dipakai. Dari mulai Gear, rangka, pedal, rantai, ban dan pelek, dsb.
Harga spare-part sendiri beragam. Tergantung sama bahan baku yang dipakai dimana akan berdampak dengan kualitas sepeda. Ada filosofi yang bisa dijadiin acuan kalo minat untuk beli atau ngerakit sendiri sepeda Fixie.

“Ada tiga acuan: Light, Strong dan cheap. Kita harus milih dua diantara tiga. Kalo Strong dan light , udah pasti nggak cheap . Atau kalo pilih strong dan cheap , udah pasti nggak light . Begitu juga kalo kita pilih light dan cheap , udah pasti nggak strong ,” papar Rangga Panji yakin

Last , jangan pikir lantaran mengandalkan single gear, sang pengendara nggak bisa freestyle. Soalnya, banyak gaya yang bisa di freestyle atau nge-trick macem gaya bunny hop , wheelie , manual, 180, sampe flat 360. Mantab!

Gimana, guys ? Are you ready to ride fixie bike ?

Ada yang tahu sepeda fixie?
Beberapa waktu belakangan ini, sepeda fixie lagi ngehits di kalangan anak muda. Jangan ditanya alasannya apa itu cuman lifestyle semata atau memang doyan ama sepeda yang simple. Yang jelas perlahan tapi pasti sepeda fixie mulai kembali terdengar di permukaan.

Disebut Sepeda Fixie karena fixed gear. Artinya, gear belakangnya itu fixed, ngga dinamis. Jadi kita ngga bisa ngegowes lepas ke belakang. Kalo ngegowes ke belakang, yang ada sepedanya jadi jalan mundur. Inilah letak keunikannya disamping ngga ada rem. Remnya adalah kekuatan kaki kita untuk menahan pedal yang selalu berputar ke depan. Bingung? Sengaja…😀

Dan semalam di sela-sela syuting buat pbjogja (thx to bonsetoaji, rasarab n ketruk), sempat nyoba sepeda fixie. And you know what? Kagok abis naik ini sepeda. Namanya juga belum terbiasa. Tapi seru, sepedanya ringan dan enak buat di jalanan kota yang sempit. Tapi, ada tapinya…. sepeda ini berbahaya kalo dipake diturunan yang curam!😀

Buat pecinta sepeda, dicoba deh!

Sudah lama sekali frame sepeda balap tua itu teronggok di gudang rumah. Sedari saya kecil frame itu sudah ada di sana, karatan dan tidak tahu akan diapakan. Itu adalah sepeda balap tua pemberian dari teman Ayah saya yang bahkan mereknya saja saya lupa ( karena tidak sempat saya foto). Semenjak fork sepeda itu patah, otomatis nasibnya menjadi salah satu penghuni gudang rumah kami. Mungkin suatu saat akan berakhir di tangan tukang loak. Sampai sebulan lalu Imam, dari redaksi Ridebike mengajak saya membuat sepeda fixie dengan budget murah meriah (maksimal 1,5 juta), terbersit ide untuk membangun kembali si buruk rupa yang teronggok di gudang ini menjadi cantik kembali.

Fixie (fixed gear), yang artinya sepeda dengan sistem gear roda belakang mati. Sistem ini biasa disebut doltrap atau roda gila, kemana pun roda berputar pedal akan mengikutinya baik itu maju ataupun mundur. Sepeda yang menggunakan doltrap dapat berjalan mundur jika digowes terbalik, sistem ini dimiliki oleh rodeo (sepeda roda satu) dan becak. Jadi untuk rem, kita harus memundurkan pedal sekuat mungkin. Kelemahan dari doltrap adalah saat sepeda melaju dengan kencang, pedal akan berputar sama kencangnya hingga akan susah untuk diberhentikan. Sepeda fixie jenis ini biasanya dilengkapi rem depan.

Seiring dengan selera dan kesukaan sepeda fixie dimodifikasi dengan mengunakan torpedo. Torpedo lebih mudah digunakan dibandingkan doltrap, karena saat ban berputar pedal tidak ikut berputar kecuali jika digowes, dan jika digowes mundur akan mengunci roda sehingga berhenti.

Ada juga hub dengan sistem flip flop. Ini merupakan sistem doltrap dan torpedo dalam satu hub yang dapat diubah-ubah sesuai keinginan hanya dengan membalikkan ban (wheel set).

Jenis hub yang dipakai sepeda pada umumnya di dunia menggunakan jenis free wheel . Jika digowes maju maka roda akan maju, jika digowes mundur tidak berpengaruh terhadap putaran roda, dan menggunakan rem untuk menghentikan roda.

Mengapa diubah menjadi fixie? Mengapa tidak dijadikan sepeda balap saja? Itulah salah satu pertanyaan teman saya. Alasannya karena membangun fixie jauh lebih murah dan tidak memerlukan spare part mahal, berbeda jika saya membangun sepeda balap dengan part yang berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Bagaimana mengeremnya? Dengan digowes mundur. Itulah ciri khas sepeda fixie, dalam hal ini kita harus terbiasa mengerem sepeda dengan digowes mundur, namun demi keamanan tidak ada salahnya juga menambahkan rem depan.
Mengapa single speed? karena torpedo, atau pun doltrap tidak dapat menggunakan cassete sebagai salah satu syarat sepeda multispeed, (meskipun ada internal hub 3 speed yang menggunakan sistem torpedo) selain itu, karena sepeda fixie bersifat minimalis. Bersih tanpa ada kabel sedikit pun.
Mengapa harus merakit sendiri? Karena jauh lebih murah jika kita merakit sendiri. Beberapa merek sepeda seperti Specialized atau Giant mengeluarkan sepeda fixie yang harganya terlampau mahal dibandingkan jika kita merakitnya sendiri dari sepeda tua yang anggarannya dapat diatur sesuai kemampuan kita.
Haruskah dari frame sepeda balap?Pada umumnya iya, tetapi frame sepeda gunung pun dapat diubah menjadi fixie. Karena sepeda fixie akan terlihat cantik menggunakan pelek 700 (pelek sepeda balap), maka lebih mudah jika awalnya dimodifikasi dari sepeda balap.
Apakah harus dari frame besi? Karena umumnya sepeda fixie dimodifikasi dari sepeda tua yang masih terbuat dari besi agar mudah untuk di las dan dibentuk, lagipula sangat sayang jika Anda memiliki frame balap dengan bahan alumunium atau karbon diubah menjadi fixie (lebih baik tetap menjadi sepeda balap).
Amankah memakai fixie? Carilah bengkel fixie yang berpengalaman. Sepeda fixie meskipun ringan namun tidak dirancang untuk kecepatan. Selain karena single speed, doltrap atau torpedo agak susah jika harus rem mendadak, karena itulah demi keamanan dapat menambahkan rem depan. Frame sepeda fixie juga tidak sekuat sepeda gunung saat menghajar lubang dengan kecepatan tinggi. Jika ingin kecepatan, Anda lebih baik memakai sepeda balap.

Frame karatan itu pun akhirnya diangkut ke salah satu bengkel sepeda fixie di daerah Kebayoran Lama. Bengkel yang awalnya bengkel vespa ini, belakangan menjadi bengkel sepeda fixie karena banyaknya permintaan. Dengan dimodifikasi frame dan di cat ulang, kemudian saya membeli beberapa part sepeda dengan harga miring di Taman Sari, total pengeluaran hanya sekitar Rp.1.200.000,-.

Bagi Anda yang memiliki sepeda tua yang sudah karatan, ada baiknya jangan dibuang dahulu. Anda dapat membangunnya kembali menjadi sebuah sepeda cantik yang baru. Beberapa web galeri menampilkan sepeda fixie bisa menjadi referensi anda seperti: http://www.myfixedgear.net/ atau http://charikichi.tumblr.com/ galeri wanita Jepang dengan sepeda fixienya.

Fixie pun siap ditunggangi. Komunitas fixie di Indonesia pun bermunculan, biasanya sering berkumpul di daerah Menteng (Jakarta Pusat) atau di Bundaran HI. Sepeda yang dulunya buruk rupa, kini telah berubah menjadi Cinderella yang cantik.

Frame yang sudah di dempul dan diberi cat dasarFrame yang sudah di dempul dan diberi cat dasar

Part sepeda murah meriah yang dibeli di TamansariPart sepeda murah meriah yang dibeli di Tamansari

Sepeda fixie pun siap ditunggangiSepeda fixie pun siap ditunggangi

Sepeda fixie saya di depan Hotel NikkoSepeda fixie saya di depan Hotel Nikko

Sepeda Fixie identik dengan gaya minimalis, murah dan tidak ribet. Sepeda Fixie tidak memiliki rem, pedal terus berputar selama roda mengelinding. Itulah sepeda yang sedang tren dikalangan muda sampai pekerja. Mengunakan sepeda tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi untuk gaya hidup. Membangun sepeda Fixie boleh dibilang gampang gampang susah, urusan komponen begitu banyak dan sebagian bisa dikombinasikan dengan komponen sepeda balap. Hanya sepeda Fixie lebih sederhana, ibarat kalangan muda dengan gaya tersendiri sehingga bisa membuat sepeda sesuka hati.

Apakah ciri dari sepeda Fixie.
Sepeda Fixie identik dengan sepeda tanpa rem, tanpa gear dinamis belakang. Semua dibuat fix, roda berputar maka pedal ikut berputar. Mengerem sepeda Fixie hanya mengandalkan kekuatan pedal dengan menahan laju atau mendorong pedal ke belakang serta dibantu dari roda depan.
Ban sepeda Fixie juga tipis, sehingga ringan ketika di genjot. dan yang lain menarik pada bagian stang. Dimana stang atau handlebar sepeda Fixie dibuat dengan tegak lurus. Minimalis disain menjadi ciri sepeda single speed ini.

Bagaimana memiliki, membangun atau membuat sepeda Fixie.
Ada 2 pilihan.
Beli jadi, menghemat waktu dan tenaga, harga tergantung hati dan budget. Pilihan ini baik untuk mereka yang belum memiliki rangka sepeda.

Merakit atau modifikasi dari sepeda bekas.
Yang ini lebih repot, tetapi ketika jadi akan memenuhi hati pemiliknya. Beli dari rangka kosong sudah banyak dijual, atau bisa memilih rangka polos dan di cat sendiri.
Bisa juga mengunakan frame sepeda balap lama. Komponen dari roda dilepas dan diganti dengan komponen sepeda Fixie yang simpel. Untuk ukuran frame, rata rata sepeda Fixie dirancang untuk ban 700C. Jadi bisa saja sepeda jenis road bike lama memasukan hub jenis 700c yang lebih kecil. Ingin meninggalkan sejarah pada sepeda, boleh juga mempertahankan bagian stang road bike. Sisanya boleh di modifikasi.

Apa keunikan dari sepeda Fixie
Ini gaya sepeda anda, masalah warna mengikuti selera. Komponen sepeda Fixie tahun ini sudah sangat banyak dan murah. Mau menganti ban dengan warna merah juga boleh, atau kuning susu juga ada, atau membuat sepeda dengan warna putih semuanya juga bisa.
Urusan frame, bila membeli frame jenis rakitan lebih seru. Beli frame polos lalu di cat sesuka hati pemiliknya.
Velg atau Rim Fixie, memiliki beraneka model walaupun bentuknya sama bundar tetapi ada beberapa velg dibuat lebih tebal. Warnanya dari hitam dan putih sudah banyak dipasaran.
Urusan Stang sepeda Fixie juga unik. Dibuat lebih pendek sehingga bisa menyelinap diantara kemacetan kendaraan.
Yang paling asik dengan sepeda Fixie, sepeda ini bisa maju mundur sesuka hati. Digenjot bisa maju atau digenjot kebelakang maka sepeda akan mundur. Maklum sepeda ini mengunakan fix gear atau gear tetap.
Yang pasti , karena mengikuti gaya minimali. Sepeda Fixie memang ringan. Rata rata beratnya tidak lebih dari 11kg.

Apa yang perlu dipertimbangkan dalam modifikasi Frame sepeda lama ke Fixie
Tidak semua frame sepeda bisa dijadikan Fixie. Bila ingin merubah sepeda lama menjadi sepeda Fixie ada baiknya memperhatikan penyangah roda belakang.yang ada.
Kedudukan sepeda Fixie umumnya seperti gambar dibawah ini. Kedudukan roda pada sepeda dibawah ini paling baik. Karena rantai dapat ditegangkan dengan tarikan gear hub belakang.


Gambar bawah ini adalah bagian gear hub belakang. Sepeda Fixie mengunakan tiang hub permanen dengan mur, dan berbeda dengan rancangan sepeda MTB atau Road Bike modern yang mudah dilepas pasang.

Bila sepeda lama anda ingin dirubah, sebaiknya memperhatikan kedudukan garpu roda belakang.
Pada gambar kiri bawah, slot roda terlalu pendek. Tetapi masih memungkinkan untuk dimodifikasi, sebaiknya konsultasi dengan penjual. Apakah kedudukan frame sepeda anda dapat dipakai untuk Fixie

Sedangkan gambar diatas kanan. Frame sepeda dengan kedudukan roda belakang seperti ini dikatakan paling banyak dipakai oleh produsen sepeda saat ini. Mengingat rantai sepeda fixie harus memiliki ketegangan tertentu..Frame sepeda dengan kedudukan roda belakang seperti itu harus ditarik setelah memasang rantai sepeda. Produsen Fix Gear Cannondale , Cinelli , Raleigh, Bianchi dan lainnya, mengunakan rancangan kedudukan roda di garpu belakang dengan model tersebut.

Apakah harus mengikuti gaya Fixie yang sama.
Tidak juga. Ini sepeda gaya anak muda. Sepeda Fixie adalah sepeda bebas. Bila memodifikasi sepeda lama, anda boleh meninggalkan sejarah sepeda anda. Caranya dengan mempertahankan komponen rem, stang sepeda lama atau sadel anda. Kecuali bagian gear seperti hub, sproket belakang dan crank dari gigi depan. Jadi sepeda Fixie adalah sepeda bebas. Kecuali ciri dari gear yang dirubah menjadi Fix Gear.

Urusan Sparepart.
Namanya sepeda kalangan muda, tidak terikat dengan pabrikan atau merek. Semua suka suka, dan dikabarkan dari mulut ke mulut atau komunitas Fixie. Hunting komponen merupakan ritual dari komunitas sepeda Fixie.
Salah satu sparepart yang suka dicari seperti Crank Fixie buatan Jepang. Crank tersebut banyak diburu oleh pencinta sepeda Fixie. Bukan saja bagus, tetapi ringan karena dibuat dengan bahan aluminium.

Slogan Fixie.
Murah, Ringan tetapi Kuat. Membuat kalangan muda mencintai sepeda sederhana si Fixie.

August 2016
M T W T F S S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.